LEGENDA DESA KRIMUN LOSARANG


Bendungan Caplokan

Konon kata Krimun berasal dari kisah para prajurit Mataram yang kalah perang dengan kompeni dari Batavia yang berkerumun.
Entah benar atau tidak belum digali sepenuhnya, karena kata kerumun sendiri berasal dari bahasa melayu.

Dayak Losarang

Daerah ini dulu masih satu kesatuan dengan desa desa lainnya yang disebut Sarang atau Losarang yang kemudian di mekarkan menjadi beberapa desa misalnya desa Santing, Ranjeng, Muntur, Puntang, dan Jangga.

Di wilayah Krimun sendiri dahulu ada keturunan tionghoa yang dipimpin oleh Ket Nyoh dan lain sebagainya.

Dekat Buyut Jarong dan Buyut Nyi Krewed konon sering terdengar bunyi gendean/gamelan, seperti halnya di Buyut Ronggeng, di Ujung Ori, dan di Pulo Mas, bila akan terjadi sesuatu ditempat itu.

Disebelah Selatan terdapat Buyut Watu, yaitu tempat dikuburkannya pusaka bekas perang antara Sumedanglarang dan keadipatian Dermayu.

Dan lebih ke Selatan lagi terdapat Buyut Depok yaitu kejadian waktu perang menyebarkan Agama Islam Ki Kuwu Sangkan ke Depok di bawah pohon asam ditempat itu, sampai sekarang tempat ini masih dikeramatkan.

Kemudian disebelah utara di tanah pemukiman baru Kampung Kertasari terdapat Buyut Balung karena yang dikuburkan disana tinggal balung tengkoraknya saja, yaitu pejuang Hisbulah waktu Zaman Revolusi melawan Belanda ditembak dan hanyut dikuburkan disana. Mereka adalah pejuang dari Cirebon Rajasinga dan Singaraja, pejuang asal dari Cirebon bernama Raden Naso, pejuang asal Singaraja Indramayu bernama Idris dan pejuang asal Rajasinga Cikedung bernama Caracas. Waktu itu orang setempat tidak berani menguburkan pejuang itu karena takut oleh Belanda, sehingga ada mayat yang hanyut ke laut ada yang dimakan binatang dan lain-lain. Tetapi ada yang diputar-putarkan arus air saja sehingga selalu muncul kembali.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel