LEGENDA ASAL USUL DESA PATROL KECAMATAN PATROL INDRAMAYU

Pasar Patrol (Foto : Ridwan Anas)

Sekitar tahun 1850 ada sebuah pedukuhan pecantilan yang sekarang menjadi Desa Bugel.
Saat itu Bugel dibawah kekuasaan Kedemangan Bugis (Lungmalang).

Saat itu para pejabat setiap kali meninjau wilayah kekuasaannya naik kereta yang ditarik kuda.
Dalam perjalanan sekian jauhnya dibeberapa tempat telah dibuat tempat peristirahatan dan pergantian kuda yang disebut Patrol.
Salah satu Patrol itu ada di dekat pecantilan Bugel, seiring perkembangan desa, tempat pergantian kuda semakin padat penduduknya dan kemudian dikenal dengan sebutan Patrol.

Patrol sendiri berkembang penduduknya konon karena kedatangan para tokoh yang menetap disana misalnya :

Mbah Sayi yang membabad hutan yang banyak tanaman Welininya yang kini disebut Blok Welini.

Kemudian Ki Resa konon dari Kiajaran yang membuka hutan kemudian tempat itu disebut blok Tiben dan Ki Resa juga membiat sumur keramat Tumpang Sari.
Karena saat itu diperlukan pembuatan jalan air yang baik, Ki Resa pula yang membuat tanggul Kalijero, disaat lelah, Ki Resa bersandar disebuah pohon bergalih yang kemudian tempat itu disebut Buyut Galih.
Di tempat peristirahatan ini pula dulu Mbah Sayi dan Buyut Simbrang beristirahat. Setelah dihuni oleh sanak keluarganya, maka tempat tersebut disebut blok Bunder. Bunder adalah nama sebuah sumur, dahulunya kubangan kerbau yang kemudian tertutup. 


Di kemudian hari datang pula seseorang yang bernama Ki Goleng yang selalu memakai pakaian wanita. Ki Goleng adalah yang babad-babad hutan sebelah utara jalan Negara yang kemudian tempat tersebut diberi nama Kepuh diambil dari nama pohon Kepuh yang besar.

Ad pula pendatang dari Brebes yang bernama Ki Wasja, Ki Wasja membuka hutan sebelah utara agak ke tengah, kemudian tempat itu diberi nama Blok Karang Anyar.

Kehidupan penduduk waktu itu ialah bercocok tanam, di blok Patrol, Kepuh, dan Karang Anyar dititikberatkan kepada bercocok tanam palawija, sedangkan blok Tiben, Welini dan Bunder usahanya dititikberatkan kepada tanaman padi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel