Keadilan Harga bagi Petani dan UMKM: KDMP Hadirkan Pasar yang Lebih Berpihak
Keadilan Harga bagi Petani dan UMKM: KDMP Hadirkan Pasar yang Lebih Berpihak
Selama bertahun-tahun, petani dan pelaku UMKM di desa sering berada pada posisi paling lemah dalam rantai ekonomi. Mereka bekerja keras menanam, merawat, memanen, atau memproduksi berbagai barang, namun hasil yang diterima kerap tidak sebanding dengan jerih payah yang dikeluarkan. Harga sering ditentukan oleh pasar yang tidak mereka kuasai, bahkan oleh perantara yang mengambil margin besar. Kondisi inilah yang mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadikan keadilan harga sebagai prioritas utama dalam membangun ekonomi desa.
KDMP lahir dari kesadaran bahwa kesejahteraan tidak mungkin tercapai tanpa sistem ekonomi yang adil. Petani dan UMKM tidak boleh hanya menjadi produsen murah, sementara nilai tambah dinikmati pihak lain. Melalui koperasi, warga desa dihimpun dalam satu wadah yang mampu memperkuat posisi tawar mereka. Koperasi bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan produsen langsung ke pasar, memotong mata rantai yang selama ini merugikan.
Salah satu masalah utama yang dihadapi petani adalah ketidakpastian harga. Saat musim panen, harga sering jatuh karena pasokan melimpah. Tengkulak memanfaatkan kondisi ini untuk membeli dengan harga rendah. Petani terpaksa menjual karena butuh uang cepat. KDMP mencoba mengubah situasi tersebut dengan menetapkan sistem harga yang transparan dan disepakati bersama anggota.
Melalui koperasi, harga beli produk anggota ditentukan berdasarkan perhitungan biaya produksi, kualitas, serta harga pasar. Proses ini dilakukan secara terbuka sehingga anggota memahami dasar penentuan harga. Dengan demikian, tidak ada permainan harga sepihak. Petani dan UMKM memperoleh kepastian bahwa produk mereka dihargai secara wajar.
Ketua pengurus KDMP di salah satu desa menyampaikan bahwa koperasi ingin menciptakan rasa aman bagi produsen lokal. “Kami ingin anggota tahu bahwa setiap tetes keringat mereka dihargai. Harga bukan ditentukan oleh tekanan, tetapi oleh musyawarah dan data pasar,” ujarnya.
KDMP juga berperan sebagai agregator. Produk petani dan UMKM dikumpulkan, disortir, dan dikemas agar memenuhi standar pasar. Dengan volume yang lebih besar dan kualitas yang terjaga, koperasi memiliki posisi tawar yang lebih kuat ketika bernegosiasi dengan pembeli. Baik itu pasar tradisional, toko modern, maupun mitra usaha, koperasi datang bukan sebagai individu lemah, tetapi sebagai kolektif yang solid.
Bagi pelaku UMKM desa, keadilan harga juga menjadi angin segar. Banyak usaha kecil selama ini kesulitan menentukan harga jual karena tertekan oleh persaingan dan biaya produksi. Dengan dukungan koperasi, UMKM dibantu menghitung struktur biaya dan margin yang sehat. Produk tidak dijual terlalu murah hingga merugikan, tetapi juga tidak terlalu mahal sehingga sulit diterima pasar.
Lebih dari itu, KDMP membuka akses pasar yang lebih luas. Produk desa tidak lagi berhenti di lingkup lokal. Dengan pemasaran kolektif, kerja sama antar desa, hingga pemanfaatan platform digital, koperasi menghubungkan produsen langsung dengan konsumen yang lebih besar. Semakin pendek jalur distribusi, semakin besar bagian keuntungan yang kembali ke tangan warga desa.
Dampak keadilan harga ini sangat terasa. Pendapatan petani meningkat, UMKM lebih stabil, dan motivasi produksi bertambah. Warga tidak lagi merasa bekerja untuk kepentingan orang lain, tetapi untuk kesejahteraan diri dan komunitasnya sendiri. Ketika hasil dihargai layak, semangat berusaha pun tumbuh lebih kuat.
KDMP juga memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan antara produsen dan konsumen. Keadilan harga bukan berarti mahal, tetapi wajar. Koperasi memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat, namun tetap memberi margin sehat bagi produsen. Dengan sistem ini, ekonomi desa berjalan seimbang tanpa ada pihak yang dirugikan.
Transparansi menjadi kunci utama. Setiap transaksi dicatat dan dilaporkan kepada anggota. Harga beli, biaya operasional, hingga harga jual diketahui bersama. Dengan keterbukaan ini, kepercayaan tumbuh, dan potensi konflik bisa diminimalkan. Koperasi bukan ruang spekulasi, tetapi ruang keadilan ekonomi.
Selain itu, KDMP juga memberikan edukasi pasar. Petani dan UMKM diajak memahami tren harga, permintaan konsumen, dan kualitas produk. Pengetahuan ini membuat warga tidak mudah dipermainkan oleh pihak luar. Mereka menjadi pelaku ekonomi yang sadar dan percaya diri.
Peran generasi muda juga dioptimalkan. Anak muda desa yang paham teknologi dilibatkan dalam pemasaran digital, branding, dan pengemasan produk. Dengan tampilan yang baik dan akses pasar online, produk desa bisa dijual dengan nilai lebih tinggi. Ini secara langsung berdampak pada peningkatan harga jual yang dinikmati produsen.
Namun, mewujudkan keadilan harga tentu membutuhkan komitmen kuat. Pengelola koperasi harus jujur, profesional, dan konsisten. Anggota juga harus disiplin menjaga kualitas produk agar harga yang ditetapkan sesuai dengan standar pasar. Tanpa kualitas, keadilan harga sulit dipertahankan.
Dukungan pemerintah dan berbagai pihak juga penting. Pelatihan, pendampingan, serta kebijakan yang melindungi koperasi akan memperkuat posisi KDMP dalam memperjuangkan harga yang adil. Dengan ekosistem yang mendukung, koperasi dapat berkembang lebih cepat dan berdampak luas.
Ke depan, KDMP diharapkan menjadi model ekonomi desa yang berkeadilan. Desa tidak lagi hanya penghasil bahan murah, tetapi produsen bernilai tinggi. Petani dan UMKM tidak lagi menjadi korban pasar, tetapi aktor utama yang menentukan harga melalui sistem kolektif.
Pada akhirnya, keadilan harga bagi petani dan UMKM bukan sekadar soal angka, tetapi soal martabat. KDMP mengembalikan hak warga desa atas hasil kerja mereka. Setiap produk yang lahir dari desa membawa cerita perjuangan, dan koperasi memastikan cerita itu dibayar dengan nilai yang pantas.
Melalui Koperasi Desa Merah Putih, ekonomi desa bergerak ke arah yang lebih manusiawi. Manusia tidak lagi dikalahkan oleh sistem, tetapi sistem dibangun untuk memuliakan manusia. Dari desa, keadilan harga tumbuh. Dari keadilan, kesejahteraan bersama terwujud.
Penulis: Akang Marta
.png)