Judul Website

SELAMAT HARI RAYA IDUL FIRI 1447 HIJRIYAH | Mohon Maaf Lahir dan Batin

Legenda Saidah Saeni Dan Tradisi Sapu Koin


Kartun Legenda Saeda Saeni


Indramayutradisi.com | INDRAMAYU - Tradisi Nyapu Duit di Jembatan Kali Sewo bukan sekadar fenomena unik, melainkan perpaduan antara kearifan lokal, mitos yang mengakar kuat, dan realitas ekonomi masyarakat pesisir utara (Pantura) Jawa. Terletak di perbatasan Kabupaten Subang dan Indramayu, ritual ini menjadi pemandangan ikonik bagi siapa pun yang melintasi jalur legendaris tersebut.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tradisi "sapu koin" di Kali Sewo.


Asal-Usul: Mitos Saedah-Saeni

Keberadaan para penyapu koin ini tidak lepas dari legenda rakyat Saedah dan Saeni. Konon, keduanya adalah kakak beradik dari keluarga miskin yang memilih menceburkan diri ke Kali Sewo karena tekanan hidup.

Mitos menyebutkan bahwa mereka berubah wujud menjadi buaya putih. Masyarakat setempat percaya bahwa dengan melemparkan uang (sedekah) saat melintasi jembatan, mereka akan diberikan keselamatan selama perjalanan dan terhindar dari marabahaya atau gangguan mahluk halus.


Ritual Nyapu: Berbekal Sapu Lidi

Jika Anda melintasi Jembatan Kali Sewo, Anda akan melihat puluhan hingga ratusan warga berdiri berjejer di pinggir jalan. Ciri khas mereka adalah:

 * Sapu Lidi Panjang: Digunakan untuk mengais koin atau uang kertas yang dilempar pengendara agar lebih cepat menepi dari tengah jalan.

 * Ketangkasan: Mereka harus sigap mengambil uang di tengah bisingnya kendaraan besar seperti bus dan truk yang melaju kencang.

 * Sistem "Shift": Aktivitas ini berlangsung 24 jam, terutama saat musim mudik Lebaran, di mana jumlah penyapu bisa membludak hingga menutupi sebagian badan jalan.


Fenomena Sosial dan Ekonomi

Bagi warga sekitar, Nyapu Duit telah bergeser dari sekadar penghormatan terhadap mitos menjadi sumber penghasilan tambahan.

Ekonomi

Di hari biasa, penghasilan mungkin kecil, namun saat musim mudik, seorang penyapu bisa meraup ratusan ribu rupiah per hari. |

Risiko 

Bahaya kecelakaan sangat tinggi karena posisi mereka yang sangat dekat dengan laju kendaraan. 

Solidaritas 

Meski terlihat berebut, biasanya terdapat aturan tidak tertulis di antara mereka untuk menjaga area "lapak" masing-masing. 


Antara Tradisi dan Keselamatan

Pemerintah dan kepolisian seringkali memberikan imbauan karena aktivitas ini cukup berisiko bagi keselamatan lalu lintas. Namun, karena sudah menjadi tradisi turun-temurun dan bagian dari identitas lokal, praktik ini sulit dihentikan sepenuhnya. Pengendara disarankan untuk tetap berhati-hati dan tidak melempar uang secara mendadak yang bisa memicu kerumunan di tengah jalan.

Catatan Penting: Bagi Anda yang ingin berpartisipasi, sebaiknya lemparkan uang ke arah pinggir (bahu jalan) agar para penyapu tidak perlu berlari ke tengah aspal yang membahayakan nyawa mereka dan kelancaran lalu lintas.

(Soe)

Belum ada Komentar untuk "Legenda Saidah Saeni Dan Tradisi Sapu Koin"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel