LEGENDA PASAR CAPLEK

Pasar Caplek Dermayu

Pasar Caplek  adalah sebuah pasar yang berada di desa Dermayu kecamatan Sindang kabupaten Indramayu, pasar ini adalah pasar lama yang konon sudah ada setelah wilayah ini didirikan oleh prabu Indrawijaya ketika membangun praja Cimanuk atau Dermayu.

Secara Geografis pedukuhan Dermayu berada di sisi pantai utara jawa dan berada disisi muara sungai Cimanuk dan pastinya memiliki pelabuhan dan konon pula menjadi pelabuhan teramai dan terbesar dimasanya. Banyak para pendatang dari penjuru nusantara dan dunia yang berlabuh melakukan aktivitas perniagaanya di pelabuhan Cimanuk.

Karena menjadi Pelabuhan, muara Cimanuk kemudian menciptakan akulturasi budaya, dari bangsa Tiongkok, Arab dan bangsa-bangsa lainnya, yang juga melahirkan karya seni yang unik seperti batik Paoman, yang kemungkinan besar adalah andil dari para pedagang kain batik dari Lasem, Rembang, Jawa Tengah, yang menetap.

Kembali ke pasar Caplek ada legenda yang konon karena ramainya disetiap malam selalu diadakan seni tari Tayuban. Keramaian ini terdengar hingga ke wilayah Palimanan, wilayah Ki Ageng Tepak dari golongan Denawa/Buta.

Pantai Tirtamayu, destinasi wisata yang banyak dikunjungi :


Ki Ageng Tepak saat itu sedang gundah gulana karena kehilangan sang putri yang bernama Roro Kinasih, maka suatu ketika Ki Ageng Tepak datang ke pasar Caplek dengan maksud mencari putrinya.

Sesampainya di pasar Caplek, pasar pun gempar karena melihat sosok Ki Ageng Tepak yang besar dan menyeramkan. Semua yang berada dipasar ketakutan dan memaksa mengusir sang denawa,  akhirnya Ki Ageng Tepak pun terusir karena dilempari sandal (bahasa Indramayu : Ceplek), Ki Ageng Tepak merasa sakit hati dan mengutuk  pasar Caplek kelak akan menjadi pasar yang sepi.

Lokawisata di utara kota Losarang :



Di dekat pasar lama Karangampel pun ada sebuah tempat yang disebut pasar Caplek, pasar yang sudah mati tak tersisa, sekarang dikenal dengan nama jembatan Caplek dan disana pun memiliki kisah legenda yang hampir sama dengan legenda pasar Caplek Dermayu.

Sementara legenda dalam versi lain menyebutkan bahwa pasar Caplek adalah sebuah pasar ikan dijamannya atau sekarang semacam Tempat Pelelangan ikan, konon pada saat itu banyak nelayan yang menjual ikan Caplek (ikan Kakap kecil) dipasar tersebut sehingga pasar ini kemudian dikenal sebagai pasar Caplek.

Seiring jaman dan alam yang berubah, tata ruang wilayah yang berubah, tentunya akan merubah segala apa yang dulu pernah ada, yang dulu pernah jaya atau yang dulu pernah menjadi pusat peradaban.

Bubur Rumbah Cecek (Burbacek)

Pasar Caplek sekarang adalah pasar tradisional, masyarakat sekarang mengenalnya sebagai terminal mobil Elf jurusan Patrol - Indramayu dengan bubur khas Burbaceknya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel