BLEKENENG VS BLEKEPEK

 

Menarik untuk dicermati bahwa setelah tidak cair selama 9 bulan, setelah demontrasi besar kemarin akhirnya Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu Atang Riko Hasbudi berjanji akan segera membayarkan hibah insentif guru madrasah diniyyah selama 6 bulan yang akan dibayar langsung ke rekening guru madrasah.


Kalau dicermati ada 3 sebab yang bisa jadi menjadi alasan kenapa insentif guru madrasah diniyyah ini tidak cair-cair. Pertama pemkab yang disinyalir oleh banyak pihak MBLEKENENG. Nomenklatur hibah itu sudah diketok palu besarannya sejak disahkannya APBD 2022, tapi pencairannya ditunda-tunda terus hingga 9 bulan. Jadilah rekening guru madrasah diniyyah saldonya tidak nambah-nambah alias mblekeneng.

Banyak pihak terutama guru madrasah diniyyah berharap agar anggota dewan yang terhormat bisa memperjuangkan agar nasib guru madrasah diniyyah diperjuangkan. Namun meski mungkin saja ada respon dewan untuk menekan Bupati agar merespon harapan guru madrasah diniyyah tetap saja publik tidak melihat kekuatan Dewan dalam melakukan tekanan itu. Sepertinya meski Bupati tidak responsif atas keinginan publik anggota dewan terlihat tidak berdaya dalam bersuara. Banyak pihak  menganggap dewan MBLEKEPEK berhadapan dengan kehebatan Bupati.

Kenapa Blekepek karena politik berimplikasi kepentingan, bisa kepentingan uang, electoral, jabatan, dan lain-lain. Tuntutan banyak pihak atas ke-Blekenengan Bupati dan ke-Blekepekan dewan merupakan respon rasional dari ketidakresponan dari 2 lembaga tersebut. Akan bijak jika DPRD kab. Indramayu dan Bupati Indramayu merespon harapan-harapan rakyat tersebut. Publik mulai yakin bahwa satu-satunya jalan untuk menekan adalah melalui demonstrasi-demontrasi besar.

Jika saja ruang untuk perbaikan agar pemerintah daerah bisa direspon positif maka sejatinya kita tidak perlu merutinkan demontrasi dalam mengambil keputusan. Karena demontrasi itu butuh banyak tenaga dan bisa jadi akan berimplikasi merusak seperti rusaknya pagar DPRD. Kita semua menunggu agar DRPD dan Bupati bekerja merespon harapan publik secara lebih nyata, jangan menunggu tekanan publik dalam bentuk demonstrasi terus menerus.

Aja Blekeneng karo Blekepek bae sih….


Penulis : Yahya Ansori

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel