Lima (5) Orang Sahabat Nabi Terkaya.

Sejumlah sahabat Kanjeng Nabi Muhammad Saw termasuk dalam kelompok konglomerat, terkaya pada zamannya. Mereka memiliki harta miliaran rupiah hingga triliunan rupiah. Hal itu ditaksir dari ternak dan harta bendanya dengan kurs kekinian. Selain itu juga, dilihat dari pembayaran zakat yang dilakukan mereka. Dari perhitungan ini lah kemudian bisa disimpulkan kekayaan para sahabat Kanjeng Nabi Muhammad Saw itu. Tulisan ini akan mengulas lima orang sahabat Kanjeng Nabi yang paling kaya. Siapakah mereka itu ?


Peringkat ke-5 (kelima) adalah sahabat Sa'd bin Abi Waqqash. Sahabat Sa’d bin Abi Waqqash ini diketahui merupakan orang yang dermawan. Karena itu, ia mendapat jaminan sorga, selain karena memang ia adalah salah satu sahabat nabi yang baik. Sahabat Sa'd bin Abi Waqqash yang meninggal pada tahun 675 masehi meninggal dengan harta kekayaan sebanyak Rp 15,3 miliar. Sahabat Sa'd sendiri merupakan sahabat generasi awal yang memeluk Islam setelah Abu Bakar ra, Ali ra, dan Zayd ra. Dalam sejarah peperangan, sahabat Sa’d tercatat sebagai orang yang pertama kali melesatkan panah dan juga pertama kali tertusuk oleh musuh. Imam Ibnu Katsir dalam kitab al Bidayah wa Nihayah mencatat, total kekayaan yang dimiliki Sa'd ibn Abi Waqqash saat wafat senilai 250.000 Dirham atau setara dengan Rp 15.380.750.000. (15,3 Miliar)

Peringkat ke-4 (keempat) adalah sahabat Thalhah bin Ubaidillah. Sahabat Thalhah diketahui memiliki kekayaan saat meninggal dunia sebanyak Rp 545 miliar. Hal itu merujuk dari tinggalan harta kekayaan Thalhah yang diperhitungkan melalui uang tunai dirham dan dinar. Sekalipun demikian, belum diperoleh data untuk melakukan verifikasi terhadap harta yang berupa sedekah tanah milik Thalhah ibn 'Ubaidillah ini. Sementara itu, dalam sumber lain dikatakan bahwa total kekayaan yang dimiliki sahabat Thalhah bin Ubaidillah ini adalah senilai 30.000.000 Dirham atau setara Rp 1.845.690.000.000. atau Rp. 1,8 Triliun.
Peringkat ke-3 (ketiga) adalah sahabat Utsman bin Affan. Saat meninggal dunia pada tahun 35 hijriah atau 656 masehi, sahabat Utsman bin Affan diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp 2,5 triliun. Salah satu sumber kekayaan sahabat Usman bin Affan ini berasal dari ternak untanya yang ditaksir mencapai Rp 7,7 miliar. Imam Ibnu Katsir dalam kitab al Bidayah wa an Nihayah mencatat kekayaan yang dimiliki Khalifah Utsman bin Affan saat wafat terdiri dari : uang tunai dirham sebanyak 30 juta Dirham sekitar Rp 1.845.690.000.000, uang tunai dinar sebanyak 150 ribu dinar atau sekitar Rp 291.219.750.000, surat berharga sebesar 200 ribu dinar atau sekitar Rp 388.293.000.000, dan terakhir Unta sebanyak 1000 ekor atau sekitar Rp 7.740.000.000. Karena itu bila ditotalkan, harta kekayaan Utsman bin Affan ketika meninggal dunia mencapai Rp 2.532.942.750.000 atau 2,5 Triliun.
Peringkat yang ke-2 (kedua) diduduki oleh sahabat Az-Zubayr bin al 'Awwam. Sahabat nabi terkaya ini diketahui memiliki kekayaan Rp 3,5 triliun saat meninggal dunia pada tahun 656 masehi. Menurut kitab shahih Bukhari, saat wafat, sahabat Az Zubayr bin Awwam hanya meninggalkan kekayaan berupa aset tidak bergerak,tanah dan rumah. Di antara assetnya adalah tanah yang berada di Ghabah (wilayah di barat laut Madinah, sekitar 6 km dari Madinah), 11 rumah di Madinah, 2 rumah di Bashrah, dan 1 rumah masing-masing di Kufah dan di Mesir. Dari aset tersebut, total kekayaan yang dimiliki sahabat Az Zubayr bin Awwam adalah senilai 57.600.000 Dirham atau setara dengan Rp 3.543.724.800.000 atau Rp 3,5 Triliun.
Peringkat Ke-1 (kesatu/pertama) sahabat Kanjeng Nabi Muhammad Saw yang paling kaya raya adalah sahabat Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bin Auf adalah sahabat nabi ke delapan yang pertama kali masuk Islam, Abdurrahman bin Auf yang meninggal pada tahun 652 masehi di usia 72 tahun terkenal sebagai sosok pebisnis ulung. Dalam sejarah perang, 'Abdurrahman bin Auf mengikuti semua peperangan pada zaman Rasulullah SAW. Total kekayaan yang dimilikinya mencapai 3.200.000 Dinar atau setara Rp 6.212.688.000.000 atau 6,2 Triliun.
Selain itu juga ditemukan sumber lain, yakni dalam kitab al Bidayah wa an Nihayah karangan Imam Ibnu Katsir, kekayaan yang ditinggalkan oleh sahabat 'Abdurrahman bin Auf meliputi 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, dan 3.000 ekor kambing (di Baqi' - Madinah). Saat hendak wafat, sahabat 'Abdurrahman bin Auf memberikan wasiat untuk memberikan hartanya sebanyak masing-masing 400 Dinar kepada 100 orang yang mengikuti perang Badar yang masih hidup. Bahkan, khalifah Utsman bin Affan ra pada saat itu dan sahabat Ali bin Abi Thalib ra juga turut menerima wasiat tersebut.
Lima orang sahabat Kanjeng Nabi terkaya ini, menurut surat At Taubat ayat 100, dijamin masuk sorga, mereka disebut dengan assabiqunal awwalun, generasi pertama yang masuk islam.
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya:
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar". (QS. At-Taubah: 100).
Demikian, Wallahu A’lam.

Penulis : KH. Munawir Amin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel