Judul Website

SELAMAT HARI IBU KITA KARTINI, Semangat juang Kartini adalah inspirasi bagi wanita Indramayu untuk masa depan yang lebih baik

INI YANG TERJADI PADA TUBUHMU SAAT MEMILIH BERHENTI SELINGKUH


Kamu yang memilih berhenti. Kamu yang mengakhiri perselingkuhan itu.

Tapi tubuhmu justru bereaksi seperti sedang kehilangan sesuatu yang berharga. Gelisah. Susah tidur. Tiba-tiba ngerasa kosong. Ini bukan tanda kamu mencintainya. Ini tanda otakmu

sedang sakau karena terputus dari pemasok dopamin yang selama ini ada.

Otak tidak membedakan "cinta yang salah" dengan "cinta yang benar."

Yang ia tahu jika ada sumber dopamin yang selama ini konsisten datang. Dan sekarang tiba-tiba berhenti. Responsnya sama persis seperti saat tubuh kecanduan sesuatu, lalu dipaksa berhenti.

Helen Fisher dari Rutgers University, lewat studi fMRI pada 2005, membuktikan bahwa cinta romantis mengaktifkan ventral tegmental area, bagian otak yang sama yang menyala saat seseorang mengonsumsi kokain.

Perselingkuhan menambahkan lapisan ekstra, kerahasiaan dan risiko. Dua hal itu secara biologis memperkuat sensasi "high." Semakin terlarang, semakin dalam ikatan neurobiologisnya terbentuk. Dan semakin dalam ikatan terbentuk, semakin berat proses melepasnya.

Fisher, Brown, dan Aron, dalam Journal of Neurophysiology 2010, meneliti otak orang yang baru ditinggalkan oleh pasangan yang masih mereka cintai. Hasilnya, nucleus accumbens dan prefrontal cortex aktif, area yang persis sama dengan craving kokain.

Ketika perselingkuhan berakhir, otak mengalami penurunan dopamin, oksitosin, dan serotonin secara bersamaan. Koob dan Volkow, dalam Neuropsychopharmacology 2010, menyebut pola ini sebagai withdrawal/negative affect, fase paling berat dalam siklus adiksi.

Volkow dkk. di PNAS 2011 menunjukkan bahwa dalam kondisi adiksi, prefrontal cortex, bagian otak yang mengatur kontrol diri justru mengalami penurunan aktivitas. Artinya, dorongan untuk "kembali" bukan kelemahan moral. Itu secara harfiah gangguan fungsi otak.

Bosch dan Young dari Emory University, 2018, membuktikan bahwa gangguan pada sistem oksitosin akibat putusnya ikatan sosial berdampak nyata pada kondisi fisiologis dan emosional,bukan hanya perasaan sedih, tapi respons biologis yang teramati di laboratorium.

Di sinilah banyak orang kembali, bukan karena keputusannya salah, tapi karena sensasi sakaw terasa seperti bukti bahwa "hubungan itu nyata." Padahal yang nyata bukan cintanya. Yang nyata adalah ketergantungan neurobiologisnya.

Dalam Islam, setiap perbuatan yang merusak diri dan orang lain wajib dihentikan, bukan karena mudah, tapi karena benar. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap pemimpin bertanggung jawab penuh atas yang ia pimpin (HR. Bukhari dan Muslim). Tubuhmu adalah amanah pertama itu.

Rasa sakit saat berhenti selingkuh bukan tanda keputusanmu salah. Itu tanda otakmu sedang belajar ulang cara hidup tanpa stimulasi yang sudah ia anggap normal. Proses itu nyata secara biologis. Dan seperti semua withdrawal, ia ada akhirnya. Kamu bisa melaluinya.

Kamu terus berhenti meskipun tubuhmu protes. Meskipun rasanya menyiksa. Meskipun ada bagian dari dirimu yang masih mau kembali. Itu bukan tanda kamu lemah. Itu tanda kamu masih bisa memiliki dan memimpin dirimu sendiri. (soe)

Belum ada Komentar untuk "INI YANG TERJADI PADA TUBUHMU SAAT MEMILIH BERHENTI SELINGKUH "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel