H. Asrorudin: Guru Kehidupan, Pemimpin yang Menjadi Teladan di Indramayu
H. Asrorudin: Guru Kehidupan, Pemimpin yang Menjadi Teladan di Indramayu
Oleh Akang Marta
Indramayu, Ahad 25 Januari 2026. Ada manusia yang kehadirannya tidak sekadar mengisi ruang, tetapi meninggalkan jejak panjang dalam ingatan dan nurani banyak orang. Sosok itu bukan hanya dikenang karena jabatan, melainkan karena keteladanan, keikhlasan, dan ketenangan yang ia tanamkan dalam setiap perjumpaan. Di Indramayu, salah satu sosok yang pantas dikenang dengan penuh hormat adalah H. Asrorudin, mantan Ketua PC Anshor Kabupaten Indramayu periode 2010–2014, sekaligus pendidik sejati yang pernah memimpin SMK Yabujah dan turut membina generasi kampus di IAI Padhaku Indramayu.
Bagi banyak orang, beliau adalah tokoh organisasi. Namun bagi kami yang pernah menjadi binaan dan didikannya, beliau adalah guru kehidupan. Seorang pemimpin yang tidak hanya memberi instruksi, tetapi memberi contoh. Tidak hanya berbicara tentang nilai, tetapi hidup dalam nilai itu sendiri.
Saya, Akang Marta, menjadi saksi langsung bagaimana H. Asrorudin menjalani peran sebagai pendidik dan pengasuh dengan kesabaran luar biasa. Baik semasa beliau memimpin SMK Yabujah maupun saat membina mahasiswa di lingkungan IAI Padhaku Indramayu, beliau selalu menempatkan manusia sebagai pusat pendidikan. Baginya, sekolah dan kampus bukan sekadar tempat mengejar ijazah, melainkan ruang membentuk akhlak, karakter, dan tanggung jawab sosial.
Pemimpin NU yang Menyejukkan
Ketika H. Asrorudin dipercaya memimpin PC Anshor Kabupaten Indramayu pada periode 2010–2014, beliau membawa corak kepemimpinan yang sejuk, merangkul, dan penuh kehati-hatian. PC Anshor di bawah arahannya bukan hanya menjadi organisasi struktural, tetapi rumah besar umat yang mengedepankan persatuan, kearifan lokal, dan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Beliau dikenal tidak gemar konflik, tetapi tegas dalam prinsip. Dalam berbagai forum, ia selalu menekankan bahwa PC Anshor harus hadir sebagai peneduh masyarakat, bukan pemantik kegaduhan. Ia mengajarkan bahwa dakwah bukan soal kerasnya suara, melainkan ketulusan sikap. Dari beliau, kami belajar bahwa kepemimpinan bukan soal posisi, melainkan soal keberanian menjaga moral dan kemanusiaan.
Banyak kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan yang beliau dorong dengan penuh keikhlasan. Tidak sedikit pula kader muda NU yang tumbuh karena sentuhan langsung beliau. H. Asrorudin bukan tipe pemimpin yang berjarak, tetapi selalu membuka pintu dialog, mendengar keluhan, dan memberi nasihat dengan bahasa yang sederhana namun mengena.
Kepala Sekolah yang Menghidupkan Nilai
Sebagai Kepala SMK Yabujah, H. Asrorudin tidak hanya mengurus administrasi atau kurikulum. Ia hadir sebagai figur ayah bagi guru dan siswa. Setiap langkahnya mencerminkan filosofi bahwa pendidikan adalah amal jariyah. Ia menanamkan kedisiplinan tanpa menakut-nakuti, menegakkan aturan tanpa menghilangkan kasih sayang.
Saya menyaksikan sendiri bagaimana beliau memperlakukan setiap murid dengan hormat. Tidak ada yang dianggap kecil di matanya. Bagi beliau, setiap anak punya potensi, asal diberi kepercayaan dan arahan yang tepat. Ia sering berkata bahwa tugas guru bukan sekadar mengajar, tetapi menuntun manusia menemukan jati dirinya.
Dalam berbagai kesempatan, beliau menekankan pentingnya integritas. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kesederhanaan menjadi budaya yang beliau rawat di lingkungan sekolah. Bahkan ketika menghadapi persoalan, beliau selalu memilih jalan musyawarah, bukan kemarahan.
Pembina Kampus yang Menguatkan Karakter
Di IAI Padhaku Indramayu, H. Asrorudin hadir sebagai pembina yang menenangkan. Ia tidak hanya membina akademik, tetapi mental dan spiritual mahasiswa. Ia sering mengingatkan bahwa gelar akademik tidak akan berarti tanpa akhlak. Bahwa kecerdasan sejati adalah ketika ilmu bertemu dengan adab.
Kami yang lama berada dalam bimbingannya memahami betul bahwa beliau tidak pernah memisahkan antara ilmu dan keikhlasan. Setiap nasihatnya selalu bermuara pada tanggung jawab sebagai insan berilmu di tengah masyarakat. Ia mengajarkan bahwa sarjana bukan hanya pintar, tetapi harus bermanfaat.
Beliau juga dikenal tidak membeda-bedakan latar belakang mahasiswa. Semua diperlakukan setara. Ia melihat masa depan, bukan masa lalu. Itulah sebabnya banyak anak muda yang menemukan kepercayaan diri justru setelah mendapat sentuhan pendidikan dari beliau.
Amal Baik yang Tak Terhitung
Sesungguhnya, amal baik H. Asrorudin semasa hidup terlalu banyak untuk dituliskan satu per satu. Ada yang beliau bantu diam-diam. Ada yang beliau dorong tanpa publikasi. Ada pula yang merasakan manfaatnya tanpa pernah tahu sumber kebaikannya.
Beliau adalah tipe manusia yang bekerja tanpa pamrih. Tidak mengejar popularitas. Tidak mencari pujian. Prinsip hidupnya sederhana: selama bisa memberi manfaat, maka lakukan. Itulah sebabnya kepergian beliau meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah digantikan.
Dalam setiap pertemuan, beliau selalu menanamkan optimisme. Bahwa hidup harus dijalani dengan sabar, ikhlas, dan istiqamah. Bahwa jabatan hanyalah amanah sementara, tetapi akhlak adalah warisan yang abadi.
Warisan Keteladanan
Kini, H. Asrorudin telah berpulang. Namun nilai-nilai yang ia tanamkan tidak ikut pergi. Ia hidup dalam cara kami mengajar, memimpin, dan melayani. Ia hadir dalam sikap kami ketika menghadapi persoalan. Ia terus menyala dalam kesadaran kami sebagai pendidik, kader, dan insan sosial.
Sebagai seseorang yang pernah lama menjadi binaan dan didikan beliau, saya memahami betul bahwa H. Asrorudin bukan sekadar tokoh, tetapi penjaga nurani pendidikan dan keumatan di Indramayu. Dari beliau, kami belajar arti rendah hati dalam jabatan, kokoh dalam prinsip, dan lembut dalam pergaulan.
Ucapan Perpisahan
Atas nama pribadi, Akang Marta, sebagai tenaga pendidik/dosen, sekaligus mewakili segenap jajaran Pimpinan Redaksi Indramayu Tradisi, kami mengucapkan:
Selamat jalan, Ketua.
Kula nyakseni njenengan tiang sae.
Engkau bukan hanya memimpin, tetapi menghidupi nilai.
Bukan hanya mengajar, tetapi menanamkan jiwa.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah H. Asrorudin, mengampuni segala khilaf, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di sisi terbaik-Nya. Semoga beliau wafat dalam keadaan husnul khotimah, dan menjadi cahaya bagi keluarga serta generasi yang ditinggalkan.
Al-Fatihah…
Karena sejatinya, manusia boleh pergi, tetapi keteladanan akan terus berjalan bersama waktu. Dan H. Asrorudin telah meninggalkan teladan yang akan selalu hidup di Indramayu.
