Kader NU Muda Kritisi Program Suling Bupati Indramayu

Kader muda NU Indramayu Imam Syafii mengapresiasi program unggulan Bupati Indramayu SULING atau Subuh keliling yang diintruksikan ke Muspika, Pemdes dan Lembaga Kecamatan dan Desa untuk menjalankan program tersebut. Menurutnya ada beberapa nilai positif dari program tersebut yaitu nilai silaturahmi Muspika dan Pemdes dengan jamaah masjid dan mushola di desa. Akan tetapi subtansi dan hasil dari program suling dianggapnya belum dirasakan dan membekas oleh masyarakat Indramayu.


Hasil analisa Imam Syafii, program suling hanya seperti program Insidental yang tidak dirancang dan disusun secara matang baik pembiayaan oprasional kegiatan,maupun pembinaan,pembinaan mental yang terstruktur dan terukur. Ada beberapa masjid dan mushola yang telah didatangi program Suling,ternyata tidak ada perubahan positif signifikan baik kepngurusan maupun jamaahnya, karena dianggap seperti program dadakan yang seakan hanya kedatamgan tamu jamaah biasa, setalah acara sholat jamaah bubar tanpa bekas..

Program Suling atau Subuh keliling, seyogyanya dirancang dan diangarakan oleh pemda melalui DPRD dan Bupati agar bisa menganggarkan biaya oprasional dan uang pembinaan Masjid dan Mushola yang didatangi, untuk kesejahtraan oprasional masjid dan mushola tersebut. 

Menurut Imam Syafii, program suling atau subuh keliling perlu dikaji secara seksama lagi oleh DPRD dan Bupati, jika dianggap tidak bisa dianggrakan lewat APBD, maka sudah jangan dipaksakan, karena dianggap program yang mengatasnamakan syiar Islam tetapi pelaksanaan dan hasilnya masih belum bisa mejadi wasilah kemaslahatan umat.

Imam Syafii berharap lebih bagus dan baik, program Suling diganti dengan program Bintal Islami. Program Bintal Islami itu program pembinaam mentalitas Birokrasi pegawai OPD sampai pemdes, pertama seperti dengan diwajibkannya tutup kantor saat waktu sholat dan semua pegawai wajib melaksanakan sholat jamaah. Karena membiasakan sholat jamaah akan terlatih mentalitas seseorang agar lebih baik dan bisa berprilaku positif. 

Kedua program suling lebih mengena diganti dengan program JIMAT Ngaji penuh khidmat, OPD sampai dengan Pemdes diwajibkan tiap hari Jumat untuk mengadakan dan mengikuti pemgajian ,agar wawasan keagamaan lebih mendalam, sehingga akan lahir mentalitas yang baik, mengerti nilai nilai Ibadah dalam bekerja dan mengetahu dan menjalankan batasan batasan yang berlaku. Benahi mentalitas pemimpinya dan pegawainya dulu,maka akan terbentuk masyarakat yang berbudi. Jadikan jabatan sebagai amanah untik wasilah berbuat baik untuk sesama dan membangun diri menjadi insan yang manfaat.

Ibda binafsik, awali dari diri sendiri itu prinsip yang harus ditanamkan. Jika Indramayu ingin mewujudkan kewibawaan, kemuliaan dan, naik harkat  martabat masyarakatnya. Mulailah dari legislatif, eksekutif dan semua birokasinya sampai tingkat RT  niatkan untuk ibadah sosial bukan untuk kesempatan meraih kepentingan belaka.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel