Ads

Menambal Lubang Pendidikan: Dari Diplomasi Global hingga Integritas ala Bripka Seladi

 

Menambal Lubang Pendidikan: Dari Diplomasi Global hingga Integritas ala Bripka Seladi



Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa seseorang yang berpendidikan tinggi masih bisa terjebak dalam pusaran korupsi? Atau mengapa anak muda yang juara kelas sering kali gugup saat harus berbicara di depan orang banyak? Jawabannya sederhana: sekolah kita sering kali lupa mengajarkan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh kehidupan.

Kesenjangan yang Nyata di Bangku Sekolah

Sekolah konvensional sangat hebat dalam mengajarkan rumus kuadrat atau menghafal tahun-tahun peperangan. Namun, ada "lubang" besar yang sering terabaikan:

  • Public Speaking: Banyak remaja cerdas yang "macet" saat harus menyampaikan ide. Padahal, kemampuan berbicara adalah senjata utama dalam memengaruhi perubahan.

  • Kepemimpinan: Menjadi pemimpin bukan soal memerintah, tapi soal empati dan pengambilan keputusan. Ini adalah keterampilan yang harus diasah, bukan sekadar teori di buku.

  • Kesadaran Global: Di era digital, remaja tidak boleh hanya jadi jago kandang. Mereka perlu memahami isu internasional agar bisa bersaing di kancah global.

Program seperti AYIMUN (Asia Youth International Model United Nations) hadir untuk mengisi kekosongan ini. Mereka memberikan panggung bagi remaja usia 11-25 tahun untuk belajar menjadi diplomat, bernegosiasi, dan melihat dunia dari perspektif yang lebih luas.

Belajar Integritas dari "Diplomat" Jalanan: Bripka Seladi

Jika AYIMUN mengajarkan soft skills di hotel berbintang, Bripka Seladi mengajarkan "pelajaran tingkat tinggi" dari tumpukan sampah. Seladi adalah anomali yang luar biasa di kepolisian. Di tengah sistem yang kadang "abu-abu", ia memilih tetap putih bersih.

Seladi membuktikan bahwa:

  • Kejujuran adalah Pilihan Sadar: Ia lebih memilih memulung rongsokan dengan sepeda tuanya daripada menerima uang suap yang sebenarnya ada di depan mata.

  • Martabat Melampaui Seragam: Meski ditertawakan karena mengorek sampah setiap pulang kerja, ia tetap tegak berdiri. Baginya, kehormatan tidak dibeli dengan uang haram, tapi dengan keringat halal.

Mengapa Remaja Anda Membutuhkan Keduanya?

Kita tentu ingin anak-anak kita menjadi sukses seperti diplomat, namun kita juga ingin mereka memiliki integritas sekeras baja seperti Bripka Seladi. Kesuksesan tanpa integritas hanya akan melahirkan "penjahat kerah putih". Sebaliknya, integritas tanpa kemampuan komunikasi akan membuat ide-ide baik terkubur tanpa sempat didengar dunia.

Melalui simulasi sidang PBB (Model UN), remaja diajak untuk:

  • Membangun Kepercayaan Diri: Berdebat dengan delegasi dari berbagai negara.

  • Berpikir Kritis: Mencari solusi atas masalah dunia, bukan hanya mengeluh.

  • Networking: Membangun jaringan internasional sejak usia muda.

Mempersiapkan Pemimpin yang Utuh

Mempersiapkan remaja menjadi "The Next Future Diplomat" bukan hanya soal gaya-gayaan. Ini adalah investasi agar mereka memiliki perspektif internasional dan kepercayaan diri tinggi. Namun, di saat yang sama, mari kita selipkan kisah Bripka Seladi dalam obrolan meja makan kita. Agar saat mereka nanti duduk di kursi diplomat, mereka ingat bahwa kekuasaan adalah untuk melayani, dan kejujuran adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Dunia tidak kekurangan orang pintar, dunia kekurangan orang hebat yang tetap memegang teguh prinsipnya saat badai godaan datang.

Penulis : Akang Marta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel