Memahami Tiga Metode Pembentukan Cabang Tersier Anggur: Strategi Penting untuk Struktur Tanaman yang Rapi dan Produktif
Memahami Tiga Metode Pembentukan Cabang Tersier Anggur: Strategi Penting untuk Struktur Tanaman yang Rapi dan Produktif
Oleh Rosidin
Dalam budidaya anggur, pembentukan tajuk dan percabangan bukan sekadar soal estetika, melainkan fondasi utama untuk produktivitas jangka panjang. Salah satu fase krusial yang sering menentukan arah pertumbuhan dan potensi hasil adalah pembentukan cabang tersier. Cabang tersier berperan sebagai lanjutan struktur percabangan setelah cabang primer dan sekunder, dan di sinilah biasanya bakal bunga dan buah mulai lebih stabil muncul, terutama pada varietas-varietas tertentu.
Secara umum, terdapat tiga metode pembentukan cabang tersier anggur berdasarkan asal tunas pembentuknya. Ketiga metode ini masing-masing memiliki karakter, kelebihan, serta tantangan tersendiri. Pemahaman yang tepat akan membantu petani atau penghobi memilih metode yang paling sesuai dengan varietas, kondisi tanaman, serta tujuan budidaya.
1. Cabang Tersier dari Tunas Air
Metode pertama adalah pembentukan cabang tersier yang berasal dari tunas air. Tunas air biasanya muncul dari batang atau cabang sekunder sebagai respons tanaman terhadap pemangkasan, stres, atau pertumbuhan vegetatif yang kuat. Tunas ini dikenal memiliki vigor tinggi, pertumbuhan cepat, dan ruas batang yang relatif panjang.
Keunggulan utama metode ini adalah kecepatan pembentukan struktur cabang. Dalam waktu singkat, tunas air dapat tumbuh panjang dan cukup kuat untuk dijadikan cabang tersier. Bagi pembudidaya yang ingin mempercepat pembentukan tajuk, metode ini sering menjadi pilihan praktis.
Namun, ada beberapa catatan penting. Tunas air cenderung lebih vegetatif, sehingga pada sebagian varietas, potensi pembungaan di awal relatif lebih rendah. Selain itu, jika tidak diarahkan dan dipangkas dengan tepat, cabang yang terbentuk bisa kurang rapi dan posisinya tidak ideal terhadap struktur utama tanaman. Oleh karena itu, metode ini membutuhkan kontrol pemangkasan dan pengikatan yang lebih intensif.
2. Cabang Tersier dari Bud (Mata Tunas)
Metode kedua adalah pembentukan cabang tersier yang berasal dari bud atau mata tunas pada cabang sekunder. Bud merupakan calon tunas yang secara alami disiapkan tanaman sebagai titik pertumbuhan berikutnya. Metode ini sering dianggap lebih “alami” karena mengikuti ritme fisiologis tanaman anggur.
Cabang tersier yang berasal dari bud umumnya memiliki struktur yang lebih seimbang antara pertumbuhan vegetatif dan generatif. Ruas batang cenderung lebih pendek, arah tumbuh lebih terkendali, dan pada banyak varietas, peluang munculnya bunga lebih stabil.
Kelebihan lainnya adalah tampilan tajuk yang lebih rapi. Karena posisi bud sudah “direncanakan” oleh tanaman, cabang yang tumbuh biasanya mengikuti garis struktur cabang sekunder. Namun, metode ini membutuhkan kesabaran. Waktu tumbuh relatif lebih lambat dibandingkan tunas air, sehingga kurang cocok bagi pembudidaya yang mengejar percepatan struktur dalam waktu singkat.
3. Kombinasi Tunas Air dan Bud
Metode ketiga adalah kombinasi antara tunas air dan bud, yang dalam praktik lapangan justru banyak digunakan karena fleksibilitasnya. Pada metode ini, pembudidaya memanfaatkan tunas air untuk membangun struktur awal, lalu mengoptimalkan bud pada posisi tertentu untuk mendapatkan cabang tersier yang lebih ideal.
Kombinasi ini memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap arah pertumbuhan, kerapian tajuk, serta potensi produksi. Dengan manajemen pemangkasan yang tepat, tunas air bisa “didisiplinkan” agar berfungsi sebagai cabang produktif, sementara bud dimanfaatkan untuk memperhalus struktur dan meningkatkan peluang pembungaan.
Metode ini memang membutuhkan pemahaman lebih mendalam dan ketelitian dalam praktik, tetapi hasilnya sering kali paling seimbang antara kecepatan, kerapian, dan produktivitas.
Bud Cabang Sekunder sebagai Sumber Cabang Tersier
Foto yang Anda maksud menunjukkan bud pada cabang sekunder yang ditumbuhkan untuk membentuk cabang tersier. Pendekatan ini termasuk dalam metode kedua dan ketiga, tergantung bagaimana pengelolaannya. Bud yang dipilih biasanya berada pada posisi strategis, dekat dengan “arm” atau lengan cabang sekunder.
Salah satu kelebihan utama metode ini adalah hasil cabang yang lebih rapi. Cabang tersier tumbuh mengikuti struktur cabang sekunder, sehingga tajuk terlihat simetris dan mudah diatur. Hal ini sangat penting, terutama pada budidaya anggur dalam pot atau sistem teralis dengan ruang terbatas.
Posisi “Arm” yang Menempel pada Cabang Sekunder
Keunggulan teknis lain dari metode ini adalah posisi “arm” cabang tersier yang menempel langsung pada cabang sekunder. Artinya, titik tumbuh berada sangat dekat dengan struktur utama. Kondisi ini memberikan beberapa keuntungan:
-
Keamanan titik tumbuh
Walaupun cabang tersier dipotong mepet, tunas akan tetap tumbuh karena mata tunas berada dekat dengan jaringan aktif cabang sekunder. -
Kekuatan struktur
Cabang yang menempel kuat pada cabang sekunder lebih tahan terhadap beban buah dan terpaan angin. -
Kemudahan perawatan
Pemangkasan ulang, pengaturan arah, dan manajemen tajuk menjadi lebih mudah karena struktur cabang jelas dan rapi.
Potensi Pembungaan pada Varietas Genjah
Keunggulan lain yang sangat menarik adalah potensi membawa bunga, terutama pada varietas anggur genjah. Varietas genjah dikenal cepat berbuah dan responsif terhadap pembentukan cabang yang tepat. Ketika cabang tersier berasal dari bud yang sehat dan matang fisiologis, peluang munculnya bakal bunga meningkat.
Hal ini tentu menjadi nilai tambah besar bagi pembudidaya, karena fase vegetatif dan generatif bisa berjalan lebih seimbang. Dengan kata lain, tanaman tidak hanya tumbuh rapi, tetapi juga produktif dalam waktu relatif lebih singkat.
Pembentukan cabang tersier anggur bukan sekadar teknik lanjutan, melainkan seni mengelola pertumbuhan tanaman. Tiga metode dari tunas air, dari bud, dan kombinasi keduanya memberikan pilihan strategis yang bisa disesuaikan dengan kondisi dan tujuan budidaya.
Metode menggunakan bud cabang sekunder untuk membentuk cabang tersier menawarkan banyak kelebihan: struktur rapi, titik tumbuh aman, kemudahan perawatan, dan potensi pembungaan yang baik, khususnya pada varietas genjah. Dengan pemahaman yang tepat dan praktik yang konsisten, metode ini dapat menjadi kunci menuju tanaman anggur yang sehat, produktif, dan berumur panjang.
