Ads

Mengembalikan Sains ke Kemanusiaan

 

Sains, Kebenaran, dan Otak-Atik Gatuk: Antara Model, Mitologi, dan Makna

Mengembalikan Sains ke Kemanusiaan





Mungkin kita tidak perlu memandang sains dan perdukunan sebagai rival yang saling meniadakan. Keduanya sejatinya merupakan cara manusia menghadapi keterbatasan pengetahuan dan ketidakpastian dunia. Sains menekankan ketelitian, observasi, pengukuran, dan pengujian empiris, menyediakan model yang dapat diuji, direplikasi, dan diperbaiki. Sementara itu, perdukunan, mitos, dan ritual menekankan makna, tafsir, dan simbol yang menyentuh dimensi pengalaman manusia yang lebih subjektif. Kedua pendekatan ini mengekspresikan kebutuhan yang sama: memahami dunia dan menempatkan diri manusia di dalamnya. Ketika keduanya bertemu, manusia berpotensi menjadi utuh, menggabungkan kecerdasan analitis dengan kebijaksanaan intuitif, logika dengan empati, dan fakta dengan makna.

Dalam konteks ini, istilah “otak-atik gatuk” yang sering dipandang sembrono atau iseng justru menjadi inti kreativitas ilmiah. Dari keisengan lahirlah hipotesis; dari hipotesis lahir eksperimen; dari eksperimen berkembang teori; dan dari teori muncul pertanyaan baru. Proses ini bukanlah jalur lurus menuju kebenaran mutlak, melainkan perjalanan spiral yang terus memajukan pemahaman manusia. Setiap putaran membawa kita sedikit lebih dekat pada misteri kehidupan sekaligus menyadarkan bahwa jawaban selalu bersifat sementara, kontekstual, dan terbatas.

Dengan merangkul dimensi manusiawi ini, sains kembali pada fungsinya yang hakiki: bukan sekadar menemukan fakta, tetapi menyediakan kerangka untuk memahami dunia secara utuh. Ia menjadi jembatan antara observasi dan makna, eksperimen dan pengalaman, logika dan simbol. Sains, pada akhirnya, bukan hanya alat teknis, tetapi juga medium untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pengetahuan dan makna dapat berjalan beriringan, membimbing manusia menuju pemahaman yang lebih lengkap tentang dirinya dan alam semesta.

Kontributor

Akang Marta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel