Ads

Panduan Teknis Pemulihan Padi: Mengobati Tanaman yang Keracunan Herbisida

 

Panduan Teknis Pemulihan Padi: Mengobati Tanaman yang Keracunan Herbisida

Oleh Akang Marta


Ketika padi sudah menunjukkan gejala "terbakar" daun menggulung, ujungnya menguning secara mendadak, atau pertumbuhan mendadak macet (stunting) setelah penyemprotan—waktu adalah segalanya. Tanaman sedang mengalami stres fisiologis berat. Berikut adalah rincian tindakan medis untuk tanaman Anda, mulai dari dosis bahan kimia hingga ramuan organik darurat.

1. Pertolongan Pertama: Penetralan Media Tanam

Sebelum mengobati daun, kita harus memastikan "rumah" tanaman yaitu tanah dan airnya bersih dari residu.

  • Asam Humat (Humic Acid): Gunakan dosis 50 gram per tangki 16 liter atau taburkan langsung ke tanah dengan dosis 2-5 kg per hektar. Asam humat berfungsi sebagai pembenah tanah yang sangat kuat. Ia memiliki kemampuan pertukaran kation yang tinggi, sehingga mampu mengikat molekul herbisida yang tertinggal di tanah agar tidak diserap oleh akar padi.

  • Pengapuran Mendadak: Jika pH tanah turun drastis akibat paparan kimia, taburkan Dolomit atau kalsium super tipis-tipis di area yang terkena dampak. Kalsium membantu memperkuat dinding sel tanaman agar tidak mudah hancur akibat racun.

2. Dosis dan Aplikasi Asam Amino (Infus Tanaman)

Asam amino adalah kunci utama dalam pemulihan. Saat keracunan, padi tidak mampu berfotosintesis untuk memproduksi makanan sendiri. Asam amino memberikan energi instan tanpa memaksa tanaman bekerja keras.

  • Rekomendasi Dosis: Gunakan produk asam amino cair (banyak tersedia di toko pertanian dengan merek seperti Ambition, Megafol, atau Aminoleaf). Dosis yang disarankan adalah 2-3 ml per liter air. Jadi, untuk satu tangki 16 liter, gunakan sekitar 35-50 ml.

  • Waktu Penyemprotan: Lakukan pada pagi hari sebelum jam 09.00 atau sore hari setelah jam 16.00. Pada waktu ini, mulut daun (stomata) terbuka maksimal, sehingga "obat penawar" bisa langsung masuk ke sistem pembuluh tanaman.

  • Interval: Lakukan penyemprotan setiap 3-5 hari sekali sebanyak 3 kali berturut-turut sampai terlihat munculnya pucuk hijau baru di tengah batang (pupus).

3. Ramuan Penawar Alami (Bio-Antidot)

Jika toko pertanian jauh atau sebagai langkah darurat di hari pertama, Anda bisa menggunakan bahan-bahan di dapur yang memiliki sifat basa dan kaya elektrolit untuk menetralkan racun asam dari herbisida.

  • Ramuan Air Kelapa & Susu:

    • Bahan: 1 liter air kelapa muda (hijau lebih baik) dan 1 kaleng susu beruang (susu steril) atau 2 bungkus susu bubuk putih.

    • Cara: Campurkan kedua bahan tersebut ke dalam 1 tangki 16 liter air.

    • Fungsi: Air kelapa kaya akan hormon sitokinin alami yang merangsang pembelahan sel baru, sementara protein dalam susu membantu melapisi jaringan tanaman yang rusak.

  • Ramuan Arang Sekam (Biochar):

    • Jika herbisida yang digunakan adalah jenis pra-tumbuh yang menyerang akar, sebarkan arang sekam padi di sekitar rumpun. Karbon aktif dalam arang sangat efektif menyerap (adsorpsi) racun kimia di dalam air sawah.

4. Menghindari "Penyakit Ikutan"

Tanaman yang sedang keracunan memiliki imunitas yang sangat rendah. Ibarat manusia yang sedang opname, ia sangat mudah diserang penyakit lain.

  • Jangan Beri Pupuk Urea Dahulu: Ini kesalahan umum. Banyak petani mengira dengan memberi Urea (Nitrogen), tanaman akan cepat hijau kembali. Salah besar. Nitrogen tinggi pada tanaman yang sedang sakit justru akan mempercepat pembusukan jaringan yang luka dan mengundang jamur atau bakteri (seperti Xanthomonas penyebab kresek).

  • Fungisida Pencegahan: Gunakan fungisida berbahan aktif Zink atau Mankozeb dengan dosis rendah (1 gram/liter) untuk melindungi luka-luka pada jaringan daun agar tidak terinfeksi jamur.

5. Prosedur Sterilisasi Tangki (SOP Pencegahan)

Agar kejadian "Pak Dewan" tidak terulang, berikut cara mencuci tangki yang benar jika Anda hanya memiliki satu alat:

  1. Bilas Pertama: Buang sisa obat, isi air bersih, kocok, dan semprotkan lewat nozzle sampai habis.

  2. Cuci Deterjen: Isi tangki dengan air dan campurkan 2 sendok makan deterjen bubuk atau sabun cuci piring cair. Deterjen berfungsi memecah ikatan minyak (bahan pembawa herbisida) yang menempel di dinding plastik. Diamkan selama 10 menit, kocok kuat, lalu semprotkan melalui selang.

  3. Bilas Air Kapur: Jika herbisida yang digunakan sangat keras, bilas tangki dengan campuran air dan sedikit kapur sirih (sifat basa akan menetralkan residu asam).

  4. Bilas Terakhir: Cuci kembali dengan air bersih sebanyak 2 kali.

Sabar dan Ikhtiar

Memulihkan padi yang salah obat membutuhkan kesabaran ekstra. Biasanya, perkembangan baru akan terlihat setelah 7 sampai 10 hari pasca pengobatan darurat. Jika dalam 2 minggu tidak ada tanda-tanda pucuk baru dan batang bawah mulai membusuk saat ditekan, barulah opsi "tandur maning" atau tanam ulang diambil sebagai jalan terakhir.

Pertanian adalah tentang ketelitian. Satu tutup botol herbisida yang tertinggal di dasar tangki bisa menghancurkan satu hektar harapan. Mari kita lebih teliti, lebih sering bertanya kepada ahli di "tikungan jalan", dan selalu berdoa agar setiap peluh yang jatuh ke tanah dibalas dengan panen yang berkah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel