Jalan Sunyi Akademik dan Etika Kerja Ilmu
Jalan Sunyi Akademik dan Etika Kerja Ilmu
Pertanyaan yang kerap muncul terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan skeptisisme mendalam: bagaimana mungkin seseorang mengajar hukum konstitusi Australia tanpa pernah menempuh pendidikan S1 hukum di Australia? Jawabannya jauh dari romantis atau heroik. Tidak ada kisah instan, tidak ada keajaiban. Yang ada hanyalah jungkir balik, kerja keras yang melelahkan, dan kerendahan hati yang terus diasah.
Setiap pagi sebelum masuk kelas adalah proses persiapan yang nyaris ritual. Memastikan pelafalan nama hakim konstitusi, menghafal istilah hukum yang sensitif makna, dan memahami konteks setiap perkara. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal di ruang akademik yang sangat presisi. Pintu kolega diketuk tanpa rasa gengsi, pertanyaan diajukan tanpa takut dianggap bodoh. Catatan ditulis ulang, buku dibaca kembali, putusan pengadilan ditelusuri satu per satu. Malam sering berakhir menjelang subuh, ditemani tumpukan dokumen dan ratusan halaman putusan yang harus dipahami, bukan sekadar dibaca. Tidak ada jalan pintas dalam proses ini.
Namun di balik kerasnya tuntutan, sistem akademik Barat menyimpan satu nilai penting yang sering luput dibicarakan: apresiasi terhadap kerja keras. Siapa pun boleh bertarung di gelanggang ilmu. Latar belakang bukan penghalang mutlak. Yang dinilai bukan dari mana seseorang berasal, tetapi sejauh mana kualitas argumen, kedalaman riset, dan konsistensi intelektual yang ditawarkan. Meritokrasi, meski tidak sempurna, tetap menjadi prinsip yang dijaga.
Dua puluh tahun kemudian, hukum konstitusi Australia justru menjadi medan pengabdian. Bukan karena merasa paling hebat, bukan pula karena ingin membuktikan diri, tetapi karena konsistensi melayani ilmu. Pengalaman ini mengajarkan bahwa otoritas akademik tidak lahir dari ijazah semata, melainkan dari disiplin panjang, etika kerja, dan kesediaan terus belajar. Di sanalah ilmu menemukan martabatnya, dan pengabdian menemukan bentuknya yang paling jujur.
Penulis: Akang Marta
Indramayu Tradisi
