Ads

Status Medsos Kita Rame, Tapi Jiwa Tetep Butuh Vibrasi

Status Medsos Kita Rame, Tapi Jiwa Tetep Butuh Vibrasi

Oleh Akang Marta



Bro, jujur deh, zaman sekarang status medsos kita itu kadang lebih rame daripada pasar malam. Tapi lucunya, yang rame itu ya… info gonjolkan dana desa doang. Yang lain? Kurang peminat. Padahal, kalau kita mikir, jiwa manusia terbentuk dari vibrasi baca, bukan cuma scroll feed doang. Tapi siapa peduli? Orang-orang lebih seneng like post tentang dana desa daripada konten yang bisa bikin jiwa naik vibrasi.

Jadi gini, bro. Kita hidup di era di mana status medsos itu kayak jendela dunia, tapi juga kadang kayak kotak resonansi energi positif yang jarang dipakai. Vibrasi kita, tau nggak, bisa naik cuma dari baca hal-hal yang bikin mikir, tersenyum, atau ngerasa lebih baik. Tapi kalau feed kita isinya cuma drama viral, gosip politik, atau info dana desa yang gede banget, vibrasi cuma mentok di level “oke, ngerti, next post.”

Eh, tapi jangan salah. Ada satu hal lucu: hatters selalu ingat. Apa yang lo post, siapa yang like, siapa yang comment, bahkan kritik halus bisa langsung viral di kepala mereka. Kadang kita mikir, “Eh awas jeh, kah Anis tukang koar-koar viral 😃”—langsung inget semua drama yang udah lewat. Dan tanpa sadar, vibrasi kita ikut turun gara-gara terlalu mikirin opini orang lain.

Padahal kalau kita balik ke dasar, jiwa itu butuh resonansi. Resonansi nggak datang dari scroll feed doang, bro. Resonansi datang dari baca buku, artikel inspiratif, dialog serius tapi santai, atau bahkan meme yang bikin kita mikir: “Waduh, iya juga ya.” Energi positif itu bisa naik, otak relax, hati happy, vibrasi naik level.

Tapi kenyataannya, banyak orang males baca. Malas banget. Yang mereka peduli cuma: “Eh, ada info dana desa baru!” atau “Wah, viral lagi nih Anis koar-koar.” Sisanya? Ah, terluk semua. Padahal kalau sedikit effort baca hal bermanfaat, hati bisa ikut naik. Tapi kita kan lebih seneng like dan scroll doang.

Ini lucu, bro. Status medsos itu kayak panggung mini kita. Semua orang pengen pamer, pamer opini, pamer info yang lagi rame, pamer foto makan, pamer wisata, atau ya… pamer dana desa. Tapi vibrasi kita, resonansi kita, jiwa kita—eh, itu jarang disentuh. Padahal itu yang bikin kita stabil, kreatif, dan waras di dunia digital.

Kadang gue mikir, “Ah, kalau semua orang baca sedikit buku, nonton video edukatif, atau diskusi ringan, vibrasi dunia bisa naik.” Tapi kenyataannya, orang lebih gampang digoyang sama notifikasi viral. Scroll feed 5 menit bisa bikin mood swing naik turun kayak roller coaster. Padahal cuma info dana desa doang!

Tapi jangan sedih, bro. Kita bisa bikin solusi sederhana: balance antara feed viral dan vibrasi pribadi. Misal: scroll info dana desa, like, komentar seperlunya, tapi sisihkan waktu baca sesuatu yang bikin resonansi naik. Bisa artikel lucu tapi menginspirasi, buku ringan tapi bikin mikir, atau thread Twitter yang witty tapi edukatif.

Dan lucunya, saat kita mulai konsisten naik vibrasi, baru terasa bedanya. Status yang biasa-biasa aja jadi kayak musik latar hidup. Kita tetep follow info viral, tetep senyum sama hatters, tapi hati nggak gampang panas. Jiwa tetap happy, vibrasi tetep stabil. Itu seni hidup di era digital.

Selain itu, jangan lupa self-deprecating humor. Kadang kita harus ngakak sama diri sendiri: “Waduh, baru 5 menit baca artikel bagus, eh scroll feed lagi, liat drama viral, vibrasi turun lagi.” Nah, ketawa itu obat paling mujarab. Jadi hatters atau info viral nggak bisa terlalu nguasain mood kita.

Intinya, bro, status medsos boleh rame, tapi jangan lupa resonansi pribadi. Jiwa butuh vibrasi. Hati butuh energi positif. Otak butuh stimulasi. Kalau cuma like, komentar, share info viral doang, hati tetep kosong. Vibrasi cuma mentok level dasar.

Tips praktis:

  1. Bikin jadwal feed vs vibrasi – misal pagi baca artikel inspiratif, siang scroll info viral, sore nonton video lucu tapi edukatif.

  2. Filter hatters – jangan semua komentar dibaca serius. Ambil yang penting, buang yang bikin mood drop.

  3. Self-talk positif – ingat, bukan semua opini orang itu define kita. Vibrasi hati tetap milik kita.

  4. Resonansi real – ngobrol sama teman, diskusi ringan, baca buku, nonton dokumenter lucu, semua bikin energi positif naik.

Dan bro, jangan lupa, kadang yang bikin kita sehat mental itu justru sadar kalau hatters ada, info viral ada, tapi kita tetap waras dan enjoy feed. Jangan terlalu baper, jangan terlalu serius. Santai aja.

Kalau dipikir-pikir, dunia medsos itu kayak pasar malam: rame, penuh warna, ada lampu, musik, dan pedagang info. Kita bisa belanja info yang berguna, atau cuma lewat aja sambil senyum. Tapi hati dan jiwa kita yang menentukan resonansi dan vibrasi.

Dan terakhir, ingat pesan tongkrongan: status rame, hatters ramai, tapi vibrasi jiwa jangan sampai ketinggalan. Kalau vibrasi naik, hati happy, otak waras, hidup lebih santai. Kalau vibrasi turun, baru sadar: ah terluk semua… scroll feed doang nggak cukup, bro.

Jadi intinya, bro: status medsos boleh rame, tapi jiwa tetap butuh vibrasi dari bacaan dan energi positif. Hatters ada? Santai. Info viral? Boleh diliat. Tapi jangan lupa, resonansi pribadi itu penting. Itu yang bikin kita tetap waras, happy, dan bisa ngakak sama semua drama digital tanpa stress.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel