Tidur, Doa Paling Sunyi untuk Urusan Jodoh
Tidur, Doa Paling Sunyi untuk Urusan Jodoh
Ditulis oleh: Akang Marta
Di dunia yang makin ribut ini, urusan jodoh justru jadi topik paling bikin gelisah. Semua orang kelihatan sibuk: ada yang sibuk cari pasangan, ada yang sibuk pamer pasangan, dan ada juga yang sibuk pura-pura bahagia padahal chat terakhir dari gebetan masih centang satu. Di tengah kegaduhan itu, Mongol datang membawa nasihat rohani yang sederhana tapi bikin mikir: “Kalau belum punya pasangan, tidur.”
Banyak yang ketawa. Banyak juga yang bingung. Tapi Mongol tidak asal ngomong. Ia langsung tarik kisah paling klasik dalam sejarah manusia. Adam, manusia pertama, laki-laki sempurna, ciptaan langsung Tuhan tanpa filter kamera dan tanpa editan aplikasi. Waktu Adam sadar dirinya sendirian, Tuhan tidak menyuruh dia keliling taman Eden cari pasangan. Tuhan tidak bilang, “Adam, coba aktif di aplikasi EdenMatch.” Tidak juga disuruh ikut seminar pranikah. Yang Tuhan lakukan justru sederhana dan sangat manusiawi: Adam ditidurkan.
Dan dari tidurnya Adam, lahirlah Hawa. Bukan dari Adam yang lagi usaha, tapi dari Adam yang lagi istirahat. Dari situ Mongol menarik kesimpulan yang bikin jomblo manggut-manggut sambil rebahan: jodoh itu datang bukan saat panik, tapi saat tenang.
Mazmur bahkan mendukung teori ini. Ada ayat yang bilang, “Tuhan memberkati orang yang dikasihi-Nya pada waktu tidur.” Mongol membaca ayat itu dengan kacamata khasnya. Menurut dia, tidur bukan tanda malas, tapi tanda percaya. Orang yang bisa tidur nyenyak adalah orang yang yakin hidupnya tidak harus diatur semua dengan tangan sendiri.
Masalahnya, kata Mongol, banyak jomblo hari ini kurang tidur. Bukan karena kerja, tapi karena overthinking. Malam-malam scroll media sosial, lihat mantan sudah nikah, lihat teman upload foto prewedding, lalu bertanya pada diri sendiri, “Tuhan, aku kurang apa?” Padahal yang kurang cuma satu: bantal dan niat tidur.
Tidur versi Mongol bukan tidur kabur dari kenyataan. Tidur adalah simbol berhenti memaksa. Berhenti mengejar dengan panik. Berhenti membandingkan hidup sendiri dengan highlight hidup orang lain. Karena jodoh bukan lomba lari, tapi perjalanan yang punya waktunya sendiri.
Namun Mongol juga jujur. Ia bilang, nasihat ini ada catatan penting. “Kalau muka kamu kayak Adam,” katanya santai, “tidurlah dengan iman.” Tapi kalau muka kamu kayak Mongol, jangan terlalu berharap dengan strategi rebahan saja. Di titik ini, tawa meledak, tapi pesannya masuk.
Artinya sederhana: iman perlu, tapi usaha juga jangan ditinggal. Adam bisa tidur karena dia ciptaan sempurna. Kita? Ciptaan edisi perjuangan. Jadi tidur boleh, doa wajib, tapi siang hari tetap harus gerak. Jangan tidur 12 jam, bangun-bangun berharap ada notifikasi, “Selamat, jodoh Anda sudah dikirim.”
Mongol menertawakan dua ekstrem jomblo. Yang pertama, jomblo pasrah total. Hidupnya cuma doa dan kasur. Tidak mau kenal orang baru, tidak mau berbenah, tapi berharap keajaiban. Yang kedua, jomblo terlalu ambisius. Semua orang disikat, semua chat dibalas, semua harapan dipaksa. Dua-duanya capek.
Di tengah-tengah itulah tidur menjadi metafora keseimbangan. Tidur berarti percaya, tapi bangun berarti bertanggung jawab. Tidur mengajarkan bahwa hidup tidak selalu harus dikontrol. Bangun mengajarkan bahwa hidup tetap perlu dijalani.
Menurut Mongol, banyak orang gagal bukan karena tidak laku, tapi karena terlalu keras pada diri sendiri. Jodoh dijadikan target, bukan anugerah. Padahal, seperti Adam, banyak hal terbaik justru datang saat kita berhenti memaksa.
Tidur juga bikin wajah lebih waras. Orang kurang tidur biasanya emosinya tipis, pikirannya pendek, dan standar jodohnya aneh. Hari ini mau yang soleh, besok mau yang kaya, lusa mau yang tinggi, besoknya lagi cuma mau yang balas chat cepat. Tidur bikin pikiran jernih, dan pikiran jernih bikin pilihan lebih sehat.
Di akhir pesannya, Mongol menutup dengan kalimat yang sederhana tapi mengena: “Kalau kamu belum punya pasangan, jangan panik. Makan cukup, kerja jujur, doa sungguh-sungguh, lalu tidur.” Karena bisa jadi, saat kamu berhenti memaksa, Tuhan justru sedang bekerja diam-diam.
Jadi buat para jomblo, jangan minder. Jangan juga terlalu sok kuat. Tidurlah dengan damai, bangunlah dengan niat baik. Kalau muka kamu pas-pasan, tambah usaha. Kalau hidup kamu sudah jujur, tambah sabar. Karena jodoh itu bukan datang karena kamu kelelahan, tapi karena kamu siap. Dan kadang, kesiapan itu dimulai dari satu hal paling sederhana: tidur yang tenang.